kamu tak pernah absen dalam doakku disetiap malam
ini sedikit sentuhan jemari tentang dia , dan juga tentang aku .aku sedikit bingung aku dan dia belum juga bisa menjadi kita entah karna apa :') . betapa senyumnya pesan singkatnya mampu membuat
hariku berotasi dan menumbuhkan bunga bunga dihati . terkadang
aku bertanya tanya aku ini siapa ? sahabat ? rasaku ini lebih dari
sahabat , pacar ? tapi rasaku terlalu spesial untuk disebut pacar :( .
takkah kau rasakan sedikit getaran saat kita
lewati hari bagaimanakah dengan aku ? jangan kau tanya lagi bukan hanya
sedikit tapi rasa ini membuncahkan hatiku .
awalnya , ya awalnya semuanya berawal dari kamu berbeda tapi berakhir dengan ah kamu sama saja . perlahan aku merasa ada yang hilang dari hari hari ku tapi aku ini lucu yah :'D takut kehilangan orang yang bahkan bukan milikku , ah bodo tidak tahu malu itulah desahhan pada diriku sendiri . perlahan tak ada lagi pesan singkatmu yang singgah di handphone ku , tak ada lagi ucapan selamat malam , selamat pagi ataupun selamat tidur sungguh perubahan ini menyiksaku tak bisa kah kau beri sedikit jeda waktu agar aku terbiasa dengan perubahanmu yang menuju 180 derajat itu .
aku kembali mengulang kenangan , kenangan yang tertata begitu rapi di laci laci otakku yang mana kuncinya ku simpan rapat dihatiku . bodoh bodoh kenangan sebagai pelarianmu saja aku begitu mencintainya bagaimana lagi kenangan saat kau menjadikan ku tujuan ah mungkin hanya imajinasi dan ilusi ku saja . nyatanya sekarang entah dimana kamu entah bagaimana kabarmu , terakhir aku menatapmu dari kejauhan terhitung sebulan yang lalu kau berdiri tegak dengan senyum yang mengembang aku fikir kau akan sedikit membengkokan kornea matamu ke arahku , sayang ... harapku terlalu tinggi . aku ini hanya pelarian bukan ? yang bisa kau campakkan kapanpun itu, tapi maaf aku tak sekuat dan setegar itu , ini hati bukan batu . sekarang kau telah miliki dia yg tentunya lebih sempurna dibanding aku , namun harusnya kau tahu kau tak pernah absen dalam doakku disetiap doakku sayang .
-dari wanita yang kau anggap pelarian
awalnya , ya awalnya semuanya berawal dari kamu berbeda tapi berakhir dengan ah kamu sama saja . perlahan aku merasa ada yang hilang dari hari hari ku tapi aku ini lucu yah :'D takut kehilangan orang yang bahkan bukan milikku , ah bodo tidak tahu malu itulah desahhan pada diriku sendiri . perlahan tak ada lagi pesan singkatmu yang singgah di handphone ku , tak ada lagi ucapan selamat malam , selamat pagi ataupun selamat tidur sungguh perubahan ini menyiksaku tak bisa kah kau beri sedikit jeda waktu agar aku terbiasa dengan perubahanmu yang menuju 180 derajat itu .
aku kembali mengulang kenangan , kenangan yang tertata begitu rapi di laci laci otakku yang mana kuncinya ku simpan rapat dihatiku . bodoh bodoh kenangan sebagai pelarianmu saja aku begitu mencintainya bagaimana lagi kenangan saat kau menjadikan ku tujuan ah mungkin hanya imajinasi dan ilusi ku saja . nyatanya sekarang entah dimana kamu entah bagaimana kabarmu , terakhir aku menatapmu dari kejauhan terhitung sebulan yang lalu kau berdiri tegak dengan senyum yang mengembang aku fikir kau akan sedikit membengkokan kornea matamu ke arahku , sayang ... harapku terlalu tinggi . aku ini hanya pelarian bukan ? yang bisa kau campakkan kapanpun itu, tapi maaf aku tak sekuat dan setegar itu , ini hati bukan batu . sekarang kau telah miliki dia yg tentunya lebih sempurna dibanding aku , namun harusnya kau tahu kau tak pernah absen dalam doakku disetiap doakku sayang .
-dari wanita yang kau anggap pelarian
No comments:
Post a Comment